Ekonomi Makro 2013

23-06-2013 Ditulis oleh 

Permasalahan yang terjadi dalam ekonomi makro adalah kemiskinan dan pemerataan, krisis nilai tukar, hutang luar negeri, perbankan, kredit macet, inflasi, pertumbuhan ekonomi dan pengangguran. Hal – hal yang berhubungan dengan ekonomi makro diantaranya pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, tenaga kerja dan pencapaian keseimbangan neraca yang berkesinambungan tak bisa lepas dari kebijaksanaan Pemerintah Pusat, Provinsi dan juga dari Kabupaten / Kota itu sendiri.

 

Pembangunan ekonomi Kabupaten Ponorogo, yang tertuang pada RPJMD Kabupaten Ponorogo Tahun 2010 – 2015 dalam visi dan misinya menuju “Masyarakat Ponorogo yang Sejahtera, Aman, Berbudaya, Berkeadilan Berlandaskan Nilai – Nilai Ketuhanan dalam rangka mewujudkan Rahayuning Bumi Reyog”, tercantum dalam misi nomor 2 (dua) yaitu memacu pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja dalam rangka pengentasan kemiskinan dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat dengan tujuan Meningkatnya daya saing dan struktur ekonomi daerah untuk mencapai sasaran Tenaga kerja, Koperasi, Usaha kecil menengah, Penanaman modal, Ketahanan pangan, Pertanian, Kehutanan, Energi dan sumber daya mineral, Kelautan dan perikanan, Perdagangan, Industri dan Transmigrasi.

Adapun faktor – faktor yang mempengaruhi Perekonomian adalah :

A. Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan output perkapita yang terus menerus dalam jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi tersebut merupakan salah satu indicator keberhasilan pembangunan. Dengan demikian makin tinggi pertumbuhan ekonomi biasanya makin tinggi pula kesejahteraan masyarakat, meskipun terdapat indicator yang lain yaitu distribusi pendapatan.

Adapun angka pertumbuhan ekonomi dapat dilihat dalam tabel sebagai  berikut  :

No.

Lokasi

Realisasi

Target

2008

2009

2010

2011

2012

2013

2014

1

Ponorogo

5,63

5,01

5,78

6,21

6,52

6,34

 

2

Jawa Timur

5,90

5,01

6,68

7,22

*

8,00

 

3

Nasional

6,06

4,50

6,10

6,50

*

6,80–7,20

 

* Masih dalam Penghitungan                  Sumber  :  BPS Kabupaten Ponorogo, 2012

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Ponorogo mulai tahun 2008 sampai tahun 2013 mengalami peningkatan terus menerus. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi berhasil dan berefek pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Demikian pula untuk tingkat Provinsi Jawa Timur dan Nasional. Untuk nilai tingkat Provinsi Jawa Timur mengungguli tingkat Kabupaten dan Nasional. 

 

B. Stabilitas Harga

Untuk stabilisasi harga, khususnya 9 bahan pokok, bahan bakar minyak dan barang – barang pokok lain seperti pupuk, semen dan lain – lain Kabupaten / Kota tergantung dengan Pemerintah Pusat. Kecuali untuk harga – harga makanan lokal atau produksi dari lokal Kabupaten / Kota misalnya makanan khas, tergantung dari Kabupaten / Kota daerah masing – masing termasuk Kabupaten Ponorogo.  

C. Tenaga kerja

Pengertian tenaga kerja menurut Undang – undang dan jenis perlindungan dalam proposal atau angka 2 Undang – undang nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan baik di dalam maupun di luar hubungan kerja guna menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun masyarakat di Kabupaten Ponorogo. Jumlah penduduk usia 15 tahun keatas yang bekerja menurut lapangan usaha adalah sebagai berikut  :

No.

Lapangan Pekerjaan Utama

Laki - Laki

Perempuan

Jumlah

1.

Pertanian, Kehutanan, Perburuan dan Perikanan

143.326

87.570

230.896

2.

Industri pengolahan

27.999

15.331

43.330

3.

Bangunan

31.091

1.102

32.193

4.

Perdagangan besar, eceran, rumah makan dan hotel

26.999

45.299

72.298

5.

Angkutan, pergudangan dan komunikasi

6.063

-

6.063

6.

Keuangan dan jasa – jasa

3.415

1.235

4.650

7.

Pertambangan dan penggalian; listrik, gas dan air

34.656

27.364

62.020

J u m l a h

273.549

177.901

451.450

 

Jumlah penduduk Kabupaten Ponorogo pada Tahun 2011 yang berusia 15 tahun keatas yang bekerja menurut lapangan usaha sejumlah 451.450 orang atau 52,48 % dari jumlah penduduk Kabupaten Ponorogo. Selain itu Kabupaten Ponorogo termasuk Kabupaten yang penduduknya banyak yang menjadi TKI / TKW. Berikut tabel jumlah TKI / TKW dengan Negara tujuan bekerja sebagai berikut  :

No.

Negara Tujuan

Laki - Laki

Perempuan

Jumlah

1.

Malaysia

141

25

166

2.

Singapura

-

324

324

3.

Brunai

-

2

2

4.

Korea Selatan

13

4

17

5.

Taiwan

238

1.294

1.532

6.

Arab Saudi

-

54

54

7.

Hongkong

-

1.136

1.136

8.

Abu Dhabi

-

1

1

9.

Macao

-

1

1

J u m l a h

392

2.841

3.233

Jumlah TKI / TKW yang bekerja di luar negeri pada tahun 2011 sejumlah 3.233 orang atau sekitar 0,38 % dari total penduduk di Kabupaten Ponorogo. 

 

D. Pencapaian Keseimbangan Neraca yang berkesinambungan

Dengan semakin besarnya kewenangan yang diberikan kepada daerah, dalam hal pengelolaan keuangan maka pencapaian keseimbangan neraca yang berkesinambungan sangat diperlukan.

APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) merupakan bentuk pengelolaan keuangan daerah dalam pengalokasian sumber daya di daerah secara optimal, sekaligus alat mengevaluasi prestasi pemerintah dalam pembiayaan pembangunan. Untuk itu setiap belanja pemerintah harus ditujukan untuk kepentingan publikdan harus dipertanggung jawabkan pemakaiannya.

Ada 3 (tiga) komponen penting dalam pengelolaan keuangan daerah sesuai peraturan pemerintah, yaitu pendapatan daerah, belanja daerah dan pembiayaan daerah. Untuk mencapai keseimbangan neraca yang berkesinambungan perlu pendekatan perkiraan maju (proyeksi) sebagai perimbangan perhitungan adalah  :

  • Parameter atau variable tertentu
  • Pertumbuhan PDRB
  • Pertumbuhan jumlah penduduk
  • Laju inflasi
  • Pertumbuhan periode sebelumnya, pada pendekatan ini dengan melihat pertumbuhan realisasi 5 (lima) tahun terakhir.  

  

Struktur ekonomi Kabupaten Ponorogo didominasi oleh sektor primer dan sektor tersier. Dalam perkembangannya, peranan sektor tersier semakin meningkat seiring dengan kejenuhan peranan yang terjadi pada sektor primer. Selama lima tahun terakhir, sektor primer menunjukkan kecenderungan semakin menurun, yaitu dari 39,21 persen pada tahun 2007 menurun menjadi 36,46 pada tahun 2011. Kecenderungan yang sama juga dialami peranan sektor sekunder yang menurun dari 8,52 persen pada tahun 2007 menjadi 8,49 persen di tahun 2011. Sebaliknya peranan sektor tersier lima tahun terakhir semakin meningkat yaitu dari 52,26 persen pada tahun 2007 menjadi 55,06 persen pada tahun 2011.

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Ponorogo selama lima tahun terakhir menunjukkan perkembangan yang cukup fluktuatif. Tahun 2007 pertumbuhan ekonomi Kabupaten Ponorogo sebesar 6,52 persen, berikutnya tahun 2008 dan 2009 agak melambat masing-masing sebesar 5,63 persen dan 5,01 persen, kemudian tahun 2010 dan 2011 mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 5,78 persen dan 6,21 persen. Sedangkan rata-rata laju pertumbuhan ekonomi per tahun dalam kurun waktu 2007-2011 adalah 5,66 persen.

 

Taksir item ini
(0 pilihan)

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.

BAPPEDA Kabupaten Ponorogo
Jl Alun-Alun Utara No 09 Ponorogo
0352 - 481612
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.