Planning for Ponorogo Go Green

11-09-2013 Ditulis oleh 

Sesekali... Perencanaan Pembangunan tidak melulu terfokus pada perbaikan jalan rusak atau pembangunan gedung sekolah baru atau sarana prasarana lainnya.  Sesekali... Perencanaan Pembangunan tidak dilihat dari sisi manusianya sebagai individu, penanggulangan kemiskinan... atau penurunan angka pengangguran ataupun kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)...

Beberapa saat ini ketika kami melakukan monitoring, ada yang benar-benar menggelitik di pikiran ketika kami melihat di sepanjang perjalanan banyak sekali ditemukan pamflet-leaflet-brosur- reklame tentang depot, mobil dijual, lokasi tempat usaha / toko elektronik, jual mobil, sedot WC, Les Privat sampai penawaran kredit  bahkan “maaf” kampanye foto calon pemilihan ditempel di tembok entah itu tembok bangunan milik pemerintah, BUMD, Bank ataupun bangunan milik pribadi... tapi yang jelas bukan milik pribadi yang menempel heheheh....

 

Lebih menggangu pemikiran kami adalah ketika pamflet, leaflet, brosur ataupun bentuk reklame lainnya  itu dipaku pada POHON-POHON Peneduh di sepanjang jalan... Sudah dilihat hal itu tidak sedap di mata... apalagi kalau pohonnya bisa “ngomong” pasti sudah ”teriak-teriak menangis” karena badannya dipaku sana sini...

 

Perlu pemahaman yang lebih dalam bagi kita semua “Tentang Hubungan Manusia dengan Lingkungan...” bahwa kehidupan sosial budaya masyarakat bertumpu pula pada lingkungannya... bahwa tidak hanya Pembangunan “berwawasan” Lingkungan melainkan Perencanaan Pembangunan yang mewujudkan Kabupaten Ponorogo “Hijau” secara sustainable (Planning For Go Green) tidak melulu menghijaukan kembali hutan yang gundul... tidak pula cuma melakukan gerakan tanam pohon di lahan kritis... Selain menjaga kebersihan dan ketertiban daerah perkotaan melalui sampah terpilah-terpilih (reuse, reduce, and recycling).... maka pohon peneduh “seharusnya” tidak beralih fungsi sebagai tiang reklame ataupun tiang lampu penerangan....

 

Masyarakat Ponorogo yang selama ini telah berperan secara aktif dalam perencanaan pembangunan Kabupaten Ponorogo diharapkan sudah menjadi lebih paham pada fungsi pohon peneduh yang tidak saja sebagai salah satu komponen paru-paru kota... tetapi juga sebagai salah satu komponen “pemanis” Wajah Kabupaten Ponorogo... Sudah bukan jamannya lagi berkomentar... “ Mosok dipaku begitu aja kok rusak??!! Mengada-ada tuch... atau  Ah kalo mati ya tinggal tanam lagi... apa susahnya sich?!?... “ parahnya lagi yang berkomentar itu tidak pernah melakukan gerakan tanam kembali... atau “biar aja mati...wong bukan aku yang tanam... “

 

Untuk diketahui bahwa... Pohon yang dipaku maka kambium bagian luarnya akan mengalami kerusakan... lebih parahnya lagi jika pakunya berkarat... atau pakunya dicabut sehingga menyisakan lubang yang dapat terinfeksi penyakit sehingga lambat laun kekuatan pohon akan melemah... Kambium yang rusak pada tahun berikutnya akan dilapisi oleh kambium yang baru sehingga kambium yang rusak tersebut mengeras menjadi jaringan kayu yang rusak... apalagi di musim hujan angin di Ponorogo maka resiko pohon peneduh tumbang menjadi semakin besar...

 

Bukan jamannya lagi kalo kita melihat orang memaku reklame di pohon peneduh jalan... kita cuek aja sepanjang kita tidak melakukan perbuatan itu... himbaulah agar tidak melakukan perbuatan merusak pohon... Satu lagi pemikiran dan komentar yang sudah harus dihilangkan pada masyarakat kita... bahwa ketika melihat reklame dipaku di pohon peneduh jalan.... “Ah kalo ingin bersih itu kan tugas pemerintah daerah atau lebih spesifik Satpol PP (yang jumlahnya terbatas)... Biar aja mereka yang membersihkan ... kalau  si pohon peneduh jalan yang sudah berumur puluhan tahun tumbang maka tinggal ngomong... Ah itu biar Pemerintah Daerah yang menanam kembali...”

 

Tapi...Di sisi lain wilayah Ponorogo... Banyak pula masyarakat yang sudah paham betul dalam perencanaan pembangunan berwawasan lingkungan seperti memasang reklame pada bilah bambu ataupun kayu di pinggir jalan ataupun lampu penerangan jalan/ lampu hias pada bilahan bambu yang dilengkungkan dari sisi jalan satu ke sisi yang lain sehingga menambah semarak....

 

Salah satu ciri masyarakat yang maju adalah masyarakat yang menghargai dan mendukung pemerintahnya... ketika ada masalah di sekitar kita... tidak serta merta “Cuma” Pemerintah yang menyelesaikan... “itu tugas Pemerintah”??... Ingat tanpa dukungan dan peran serta aktif masyarakat segala hambatan pembangunan tidak akan dapat diselesaikan dengan tuntas dan sempurna....maka Mari Kita Bersama-sama menjaga dan mengembalikan fungsi pohon peneduh jalan yang sesungguhnya....

 

“Karena Ketika Kita Menjaga Lingkungan....maka... Lingkungan akan Menjaga Kita....”

Baca 1893 kali
Taksir item ini
(0 pilihan)

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.

You are here:   HomeBeritaBerita BappedaPlanning for Ponorogo Go Green

BAPPEDA Kabupaten Ponorogo
Jl Alun-Alun Utara No 09 Ponorogo
0352 - 481845
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.