Admin

Admin

KABUPATEN PONOROGO RAIH PENGHARGAAN SWASTI SABA WIWERDA
Menjelang tutupTahun2017, Kabupaten Ponorogo mendapatkan kado istimewa, yakni pengahargaan program Kabupaten/Kota Sehat (KKS) berupa Swasti Saba Wiwerda [Taraf Pembinaan]. Bupati ponorogo, Drs. H. Ipong Muchlissoni menerima langsung penghargaan tersebut dari Menteri Kesehatan RI. PemberianPenghargaan Swasti Saba Kabupaten/Kota Sehat Tahun 2017, Selasa Tgl 28 November 2017 [Pukul 07.00 WIB], di Ruang Sasana Bhakti Praja Kemendagri, Jl. Medan Merdeka Utara No.7 Jakarta Pusat.
Tahun ini, secara nasional ada 173 kabupaten/kota peserta yang ikut, tapi yang lolos dan menerima penghargaan swasti saba hanya 122 kabupaten/kota, untuk seluruh kategori meliputi Padapa [19 kabupaten/kota], Wiwerda [42 kabupaten/kota]dan Wistara [61 kabupaten/kota]. Jadi ada 51 kabupaten/kota yang tidak lolos verifikasi dokumen/lapangan.
“Syukur alhamdulillah, untuk Ponorogo mendapatkan penghargaan kategori Wiwerda, dari 42 Kabupaten/Kota seluruh Indonesia kita menempati nomor urut ke-16. Tapi kalau diukur dari provinsi dengan peserta 10 kabupaten/kota diJawa Timur, Ponorogo rangking ke-3,”Bupati Ponorogo Drs H. Ipong Nuchlissoni, usai menerima penghargaan, di Jakarta (28/11). Bupati Ipong menandaskan penghargaan ini diraih sebab ada kebersamaan dan peran serta banyak pihak. Terutama pengurus dan pembina program Kabupaten Ponorogo Sehat, mulai dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan dan kabupaten. Baik yang tergabung dalam Pokja Desa/Kelurahan Sehat, Kecamatan Sehat maupun Forum Kabupaten Ponorogo Sehat. “Kami juga sangat berterima kasih kepada pengurus Forum Kabupaten Poborogo Sehat, desa, kecamatan dan pihak sekolah yang menjadi titik pantau dalam verifikasi lapangan. Semangat dan kebersaman semua pihak, khususnya di titik pantau sungguh luar biasa, sehingga mendongkrak hasil verifikasi dokumen yang dilanjutkan dengan verifikasi lapangan,” Bupati Ipong. Bupati juga berharap agar semua pihak terus mendukung dan menyukseskan program Kabupaten Ponorogo Sehat. Termasuk dari kalangan swasta, maupun sekuruh lapisan masyarakat. Sebab program ini sangat baik dan sangat bermanfaat.
Sementara itu, Ir. H Sumarno, MM, Kepala Bappeda Ponorogo yag juga Ketua Tim Pembina Kabupaten Ponorogo Sehat menjelaskan, dari 14 kecamatan dan 124 desa/kelurahan yang masuk program kawasan sehat, pada dasarnya sudah siap untuk menerima kunjungan tim verifikasi pusat. Namun lokasi titik pantau sebagai ungulan dan memiliki inovasi yang dipilih oleh tim. Masing-masing yakni, untuk [1] Tatanan Permukiman, Sarana dan Prasarana Sehat Desa Josari Kecamatan Jetis dan Desa Nongkodono Kecamatan Kauman; [2] Tatanan Ketahanan Pangan dan Gizi di Desa Sumoroto Kecamatan Kauman dan Desa Ngabar Kecamatan Siman ; [3] Tatanan Kehidupan Masyarakat Sehat yang Mandiri di Desa Gupolo Kecamatan Babadan dan Desa Singkil Kecamatan Balong. "Atas kerjasama dan dukungan semua pihak, Ponorogo meraih prestasi Swasti Saba Wiwerda, semoga ke depan lebih baik dan bersama Forum Kabupaten Ponorogo Sehat, target Swasti Saba Wistara Tahun 2019, dapat diraih," ujarnya
Sementara itu, Ketua Forum Kabupaten Ponorogo Sehat (FKPS) Imam S., S.Sos., MM., memberi sedikit gambaran, tentang jerih payah menjelang verifikasi nasional. Terutama terkait kadang sulit dan tersendatnya mendapatkan kelengkapan dokumen beserta foto penunjang dari OPD (organisasi perangkat daerah). “Tentunya ke depan hal ini jangan sampai terulang, ini menjadi pengalaman, bahwa untuk membuat dokumen yang akan diserahkan ke Provinsi dan Pusat, maka dukungan OPD mutlak diperlukan. "Jadi ke depan komunikasi dan sinergitas seluruh OPD dalam mensukseskan program KKS ini harus lebih ditingkatkan,” tandasnya serius. Terlebih lanjut Imam menambahkan, tahun 2018 dan 2019 pasti menambah tatanan, untuk meraih penghargaan tertinggi yakni Swasti Saba Wistara [Taraf Pengembangan]. Rencananya ada 5 Tatanan yang masuk dalam program yakni Tatanan Permukiman, Tatanan Saranan dan Prasarana Sehat; Tatanan Ketahanan Pangan dan Gizi; TatananKehidupan Masyarakat Sehat Yang Mandiri; Tatanan Sarana Lalu Lintas Sehat; dan Tatanan Pariwisata Sehat. “Otomatis OPD yang terlibat semakin tambah banyak, kawasan sehat pun juga bertambah tidak hanya 14 kecmatan dan 124 desa/kelurahan. Setidaknya 19 kecamatan, syukur 21 kecamatan semua masuk kawasan sehat”. Apalagi Bupati Ponorogo dan legislatif (DPRD) Kabupaten Ponorogo, yang telah menandatangani dukungan dan komitmen atas program KKS, untuk ditindaklanjuti secara kongkrit, baik dalam bentuk kebijakan program maupun dukungan anggaran yang patut dan memadai. Bahkan ditandaskan Imam, sesungguhnya penghargaan bukan tujuan utama tetapi proses sehat itulah yang menjadi tujuan bahkan sasaran pokok dan utama. “Sehingga bukan hanya kesempurnaan sebagai tujuan akhir tetapi proses terus menerus untuk menyempurnakan, mematangkan dan ‘menghaluskan’ adalah upaya menuju kesempurnaan," tuturnya.
VERIFIKASI LAPANGAN KABUPATEN/KOTA SEHAT
Dalam rangka memperoleh penghargaan Swasti Saba Wiwerda, pada hari Senin tanggal 11 September 2017 Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian Dan Pengembangan Kabupaten Ponorogo mengadakan rapat Persiapan Verifikasi Lapangan Kabupaten/Kota Sehat di Lantai II Gedung Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian Dan Pengembangan Kabupaten Ponorogo. Pada kesempatan ini Wakil Bupati Ponorogo Drs. H. SOEDJARNO, MM memberikan sambutan dan pengarahan sekaligus membuka secara resmi Persiapan Verifikasi Lapangan Kabupaten/Kota Sehat. Dimana sebelum diadakan verifikasi dari pusat diadakan pembinaan dari Tim Pembina Kabupaten bersama dengan Forum Kabupaten Ponorogo Sehat ke Forum Kecamatan Sehat dan Pokja Desa Sehat.
Kabupaten Kota Sehat merupakan suatu kondisi kabupaten/kota yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni penduduk, yang dicapai melalui terselenggaranya penerapan beberapa tatanan dengan kegiatan yang terintegrasi dan disepakati masyarakat serta pemerintah daerah. Tercapainya kondisi kab/kota bersih, aman, nyaman dan sehat untuk dihuni dengan cara terlaksananya berbagai program-program kesehatan dan sektor lain sehigga dapat meningkatkan sarana, produktivitas dan perekonomian masyarakatnya.
Misi Forum Kabupaten Ponorogo Sehat.
1. Melaksanakan pengabdian kepada kepentingan kesehatan masyarakat.
2. Menggerakkan dan meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan berwawasan kesehatan, serta memberdayakan masyarakat untuk ber-PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat).
3. Membangun kepedulian dan kepekaan masyarakat terhadap peningkatan derajat kesehatan perorangan dan masyarakat, serta mendorong terwujudnya kemandirian masyarakat untuk hidup sehat.
4. Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga, masyarakat, dan lingkungan.
5. Menjalin kemitraan dengan lintas program dan lintas sektor serta meningkatkan dan mengembangkan penggalangan kemitraan dengan stakeholder.
6. Melibatkan unsur masyarakat dan pemerintah dalam mewujudkan kemampuan untuk hidup bersih dan sehat.
7. Mendorong pemangku kebijakan untuk mendukung pembangunan berwawasan hidup bersih dan sehat.
8. Memberi informasi akurat pendukung pengambil kebijakan publik bidang kesehatan.
TUJUAN PROGRAM KABUPATEN PONOROGO SEHAT. Tercapainya kondisi Kabupaten Ponorogo yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni dan sebagai tempat bekerja bagi warganya dengan cara terlaksananya berbagai program-program pada semua sektor sehingga dapat meningkatkan sarana dan produktivitas dan perekonomian masyarakat.
Badan Perencana Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Ponorogo pada tahun 2016 berpedoman pada Renstra baru yaitu Renstra 2016-2021. Pada Renstra 2016-2021 visi misi Badan mengacu pada visi misi Kepala Daerah Terpilih. Pada tahun 2016, Badan Perencana Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Ponorogo menetapkan 4 (empat) sasaran. Sasaran yang ingin dicapai pada tahun 2016 yaitu: 1. Mekanisme perencanaan yang transparan, partisipatif, informative dan inovatif 2. Perencanaan, Pelaporan dan evaluasi pembangunan daerah yang berkualitas 3. Pengembangan sistem informasi dab akurasi data perencanaan 4. Ketersediaan sumber data pendukung perencanaan pembangunan daerah yang berkualitas Pencapaian kinerja atas program dan kegiatan yang telah dilaksanakan disusun dalam Laporan Kinerja (LKj) Badan Perencana Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Ponorogo tahun 2016. Laporan Kinerja (LKj) Badan Perencana Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Ponorogo dibuat untuk melengkapi Laporan Kinerja (LKj) Pemerintah Kabupaten Ponorogo yang merupakan bentuk pertanggungjawaban kinerja pemerintah daerah yang memuat rencana pembangunan, tingkat capaian dan realisasi indikator kinerja dari sasaran-sasaran pembangunan. Penyusunan Laporan Kinerja (LKj) dalam rangka menciptakan good governance di sektor publik yang mana hal tersebut menuntut adanya kepastian hukum, tertib dalam penyelenggaraan pemerintah, kepentingan umum, keterbukaan, proporsionalitas, profesional, transparan serta akuntabilitas. Di dalam penyusunannya, Laporan Kinerja (LKj) Badan Perencana Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Ponorogo senantiasa memperhatikan sasaran serta indikator kinerja yang tercantum di dalam indikator kinerja utama (IKU). Capaian kinerja Badan Perencana Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Ponorogo selama tahun 2016 menunjukkan keberhasilan baik pada sasaran Mekanisme perencanaan yang transparan, partisipatif, informative dan inovatif Hasil capaian kinerja yang ada, diharapkan mampu menjadi sumber informasi serta referensi yang efektif bagi upaya perbaikan serta optimalisasi kinerja Badan Perencana Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Ponorogo khususnya dan bagi Pemerintah Kabupaten Ponorogo umumnya.

Kepala Sub Bidang Prasarana Wilayah

BAPPEDA Kabupaten Ponorogo
Jl Alun-Alun Utara No 09 Ponorogo
0352 - 481845
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.