25-01-2018 Ditulis oleh
HASIL SURVEY LOKASI DESA BULU KEC. SAMBIT KAB. PONOROGO TAHUN 2018
Hasil Survey Lokasi yang dilakukan pada Tanggal 19 Januari 2018 :
1. Lokasi Dkh. Bulu 1 RT 3 / RW 2 Desa Bulu Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo dan kelas jalan termasuk jalan Kabupaten.
2. Survey yang dilakukan berupa Perluasan Lebar Jembatan penghubung Berbo – Mlarak yang juga merupakan jalan alternatif ke Kabupaten Trenggalek.
3. Lokasi berhimpitan dengan Desa Campurejo Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo.
4. Kondisi Jembatan yang akan diperlebar :
a. Lebar jembatan saat ini 3, 5 m setelah ada penambahan lebar jembatan di sisi timur jembatan.
b. Penambahan lebar jembatan yang diajukan / akan dilakukan pada jembatan di sisi sebelah barat jembatan dengan menambah 1,5 m.
c. Jadi penambahan nantinya Lebar = 1,5 m dengan panjang = 6 m serta tinggi pondasi jembatan 3,5 m.
25-01-2018 Ditulis oleh
PEMANTAUAN MUSRENBANG DESA TAHUN 2018
Musrenbang Desa merupakan forum musyawarah tahunan para pemangku kepentingan (stakeholder) desa untuk menyepakati Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKP) tahun anggaran yang direncanakan. Musrenbang Desa dilaksanakan setiap bulan Januari dengan mengacu pada RPJM desa. Setiap desa diamanatkan untuk menyusun dokumen rencana 5 tahunan yaitu RPJM Desa dan Dokumen rencana tahunan yautu RKP Desa.
Musrenbang Desa juga merupakan forum perencanaan atau program yang dilaksanakan oleh lembaga public yaitu Pemerintah Desa, bekerja sama dengan warga dan para pemangku kepentingan lainnya, yang bermakna akan mampu membangun kesepahaman tentang kepentingan dan kemajuan desa dengan cara memotret potensi dan sumber-sumber pembangunan yang tidak tersedia baik dalam maupun luar desa.
Saat ini BAPPEDA LITBANG Kabupaten Ponorogo telah mengadakan pemantauan Musrenbang Desa di beberapa desa yang ada di Kecamatan se-Kabupaten Ponorogo yang pelaksanaannya mulai bulan Januari 2018.
Pemantauan Musrenbang Desa Kradenan Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo pada Hari Senin Tanggal 17 Januari 2018 dengan usulan sebagai berikut:
1. Pembangunan Drainase Jalan PU/Kabupaten Jl. Galak Rt. 5/02 Dukuh Kradenan Krajan.
2. Pembangunan Drainase Jl. PU/Kab. Rt. 10/04 Dukuh Banjar.
3. Pembangunan Talud Sungai Keyang Rt. 04/02 Dukuh Kradenan Krajan.
4. Pembangunan Pagar Makam di Situs Religi Rt. 04/02 Dukuh Kradenan Krajan.
5. Pembangunan Pagar Makam Wetan Rt. 05/02 Dukuh Kradenan Krajan.
6. Pembangunan Pagar Lingkungan Kantor Desa Rt. 05/02 Dukuh Kradenan Krajan.
7. Pembangunan Talud Jalan Baru.
8. Pembangunan Rigit Beton Jalan Sawah Kidul.
Pemantauan Musrenbang Desa Winong Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo pada Hari Selasa tanggal 23 Januari 2018 dengan usulan sebagai berikut:
1. Agar dilakukan pengerasan jalan sawah untuk mempermudah mobilitas petani pada saat proses pertanian.
2. Drainase perdbatasan antara Rt 03 dan Rt 04 dengan Rt 02 agar diperbaiki karena ada yang menggenang.
3. Pembangunan drainase agar tidak menyalahi fungsi pokok dari jalan, drainase yang sekarang sudah di bangun terlalu lebar sehingga jalan agak terganggu.
4. Pemuda merupakan potensi yang sangat bagus untuk Desa, sehingga bila dibentuk karang taruna dan diberikan modal dengan pengawasan Desa Dana untuk pemberdayaan masyarakat agar ditingkatkan.
29-11-2017 Ditulis oleh
KABUPATEN PONOROGO RAIH PENGHARGAAN SWASTI SABA WIWERDA
Menjelang tutupTahun2017, Kabupaten Ponorogo mendapatkan kado istimewa, yakni pengahargaan program Kabupaten/Kota Sehat (KKS) berupa Swasti Saba Wiwerda [Taraf Pembinaan]. Bupati ponorogo, Drs. H. Ipong Muchlissoni menerima langsung penghargaan tersebut dari Menteri Kesehatan RI. PemberianPenghargaan Swasti Saba Kabupaten/Kota Sehat Tahun 2017, Selasa Tgl 28 November 2017 [Pukul 07.00 WIB], di Ruang Sasana Bhakti Praja Kemendagri, Jl. Medan Merdeka Utara No.7 Jakarta Pusat.
Tahun ini, secara nasional ada 173 kabupaten/kota peserta yang ikut, tapi yang lolos dan menerima penghargaan swasti saba hanya 122 kabupaten/kota, untuk seluruh kategori meliputi Padapa [19 kabupaten/kota], Wiwerda [42 kabupaten/kota]dan Wistara [61 kabupaten/kota]. Jadi ada 51 kabupaten/kota yang tidak lolos verifikasi dokumen/lapangan.
“Syukur alhamdulillah, untuk Ponorogo mendapatkan penghargaan kategori Wiwerda, dari 42 Kabupaten/Kota seluruh Indonesia kita menempati nomor urut ke-16. Tapi kalau diukur dari provinsi dengan peserta 10 kabupaten/kota diJawa Timur, Ponorogo rangking ke-3,”Bupati Ponorogo Drs H. Ipong Nuchlissoni, usai menerima penghargaan, di Jakarta (28/11). Bupati Ipong menandaskan penghargaan ini diraih sebab ada kebersamaan dan peran serta banyak pihak. Terutama pengurus dan pembina program Kabupaten Ponorogo Sehat, mulai dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan dan kabupaten. Baik yang tergabung dalam Pokja Desa/Kelurahan Sehat, Kecamatan Sehat maupun Forum Kabupaten Ponorogo Sehat. “Kami juga sangat berterima kasih kepada pengurus Forum Kabupaten Poborogo Sehat, desa, kecamatan dan pihak sekolah yang menjadi titik pantau dalam verifikasi lapangan. Semangat dan kebersaman semua pihak, khususnya di titik pantau sungguh luar biasa, sehingga mendongkrak hasil verifikasi dokumen yang dilanjutkan dengan verifikasi lapangan,” Bupati Ipong. Bupati juga berharap agar semua pihak terus mendukung dan menyukseskan program Kabupaten Ponorogo Sehat. Termasuk dari kalangan swasta, maupun sekuruh lapisan masyarakat. Sebab program ini sangat baik dan sangat bermanfaat.
Sementara itu, Ir. H Sumarno, MM, Kepala Bappeda Ponorogo yag juga Ketua Tim Pembina Kabupaten Ponorogo Sehat menjelaskan, dari 14 kecamatan dan 124 desa/kelurahan yang masuk program kawasan sehat, pada dasarnya sudah siap untuk menerima kunjungan tim verifikasi pusat. Namun lokasi titik pantau sebagai ungulan dan memiliki inovasi yang dipilih oleh tim. Masing-masing yakni, untuk [1] Tatanan Permukiman, Sarana dan Prasarana Sehat Desa Josari Kecamatan Jetis dan Desa Nongkodono Kecamatan Kauman; [2] Tatanan Ketahanan Pangan dan Gizi di Desa Sumoroto Kecamatan Kauman dan Desa Ngabar Kecamatan Siman ; [3] Tatanan Kehidupan Masyarakat Sehat yang Mandiri di Desa Gupolo Kecamatan Babadan dan Desa Singkil Kecamatan Balong. "Atas kerjasama dan dukungan semua pihak, Ponorogo meraih prestasi Swasti Saba Wiwerda, semoga ke depan lebih baik dan bersama Forum Kabupaten Ponorogo Sehat, target Swasti Saba Wistara Tahun 2019, dapat diraih," ujarnya
Sementara itu, Ketua Forum Kabupaten Ponorogo Sehat (FKPS) Imam S., S.Sos., MM., memberi sedikit gambaran, tentang jerih payah menjelang verifikasi nasional. Terutama terkait kadang sulit dan tersendatnya mendapatkan kelengkapan dokumen beserta foto penunjang dari OPD (organisasi perangkat daerah). “Tentunya ke depan hal ini jangan sampai terulang, ini menjadi pengalaman, bahwa untuk membuat dokumen yang akan diserahkan ke Provinsi dan Pusat, maka dukungan OPD mutlak diperlukan. "Jadi ke depan komunikasi dan sinergitas seluruh OPD dalam mensukseskan program KKS ini harus lebih ditingkatkan,” tandasnya serius. Terlebih lanjut Imam menambahkan, tahun 2018 dan 2019 pasti menambah tatanan, untuk meraih penghargaan tertinggi yakni Swasti Saba Wistara [Taraf Pengembangan]. Rencananya ada 5 Tatanan yang masuk dalam program yakni Tatanan Permukiman, Tatanan Saranan dan Prasarana Sehat; Tatanan Ketahanan Pangan dan Gizi; TatananKehidupan Masyarakat Sehat Yang Mandiri; Tatanan Sarana Lalu Lintas Sehat; dan Tatanan Pariwisata Sehat. “Otomatis OPD yang terlibat semakin tambah banyak, kawasan sehat pun juga bertambah tidak hanya 14 kecmatan dan 124 desa/kelurahan. Setidaknya 19 kecamatan, syukur 21 kecamatan semua masuk kawasan sehat”. Apalagi Bupati Ponorogo dan legislatif (DPRD) Kabupaten Ponorogo, yang telah menandatangani dukungan dan komitmen atas program KKS, untuk ditindaklanjuti secara kongkrit, baik dalam bentuk kebijakan program maupun dukungan anggaran yang patut dan memadai. Bahkan ditandaskan Imam, sesungguhnya penghargaan bukan tujuan utama tetapi proses sehat itulah yang menjadi tujuan bahkan sasaran pokok dan utama. “Sehingga bukan hanya kesempurnaan sebagai tujuan akhir tetapi proses terus menerus untuk menyempurnakan, mematangkan dan ‘menghaluskan’ adalah upaya menuju kesempurnaan," tuturnya.
26-09-2017 Ditulis oleh
VERIFIKASI LAPANGAN KABUPATEN/KOTA SEHAT
Dalam rangka memperoleh penghargaan Swasti Saba Wiwerda, pada hari Senin tanggal 11 September 2017 Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian Dan Pengembangan Kabupaten Ponorogo mengadakan rapat Persiapan Verifikasi Lapangan Kabupaten/Kota Sehat di Lantai II Gedung Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian Dan Pengembangan Kabupaten Ponorogo. Pada kesempatan ini Wakil Bupati Ponorogo Drs. H. SOEDJARNO, MM memberikan sambutan dan pengarahan sekaligus membuka secara resmi Persiapan Verifikasi Lapangan Kabupaten/Kota Sehat. Dimana sebelum diadakan verifikasi dari pusat diadakan pembinaan dari Tim Pembina Kabupaten bersama dengan Forum Kabupaten Ponorogo Sehat ke Forum Kecamatan Sehat dan Pokja Desa Sehat.
Kabupaten Kota Sehat merupakan suatu kondisi kabupaten/kota yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni penduduk, yang dicapai melalui terselenggaranya penerapan beberapa tatanan dengan kegiatan yang terintegrasi dan disepakati masyarakat serta pemerintah daerah. Tercapainya kondisi kab/kota bersih, aman, nyaman dan sehat untuk dihuni dengan cara terlaksananya berbagai program-program kesehatan dan sektor lain sehigga dapat meningkatkan sarana, produktivitas dan perekonomian masyarakatnya.
Misi Forum Kabupaten Ponorogo Sehat.
1. Melaksanakan pengabdian kepada kepentingan kesehatan masyarakat.
2. Menggerakkan dan meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan berwawasan kesehatan, serta memberdayakan masyarakat untuk ber-PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat).
3. Membangun kepedulian dan kepekaan masyarakat terhadap peningkatan derajat kesehatan perorangan dan masyarakat, serta mendorong terwujudnya kemandirian masyarakat untuk hidup sehat.
4. Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga, masyarakat, dan lingkungan.
5. Menjalin kemitraan dengan lintas program dan lintas sektor serta meningkatkan dan mengembangkan penggalangan kemitraan dengan stakeholder.
6. Melibatkan unsur masyarakat dan pemerintah dalam mewujudkan kemampuan untuk hidup bersih dan sehat.
7. Mendorong pemangku kebijakan untuk mendukung pembangunan berwawasan hidup bersih dan sehat.
8. Memberi informasi akurat pendukung pengambil kebijakan publik bidang kesehatan.
TUJUAN PROGRAM KABUPATEN PONOROGO SEHAT. Tercapainya kondisi Kabupaten Ponorogo yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni dan sebagai tempat bekerja bagi warganya dengan cara terlaksananya berbagai program-program pada semua sektor sehingga dapat meningkatkan sarana dan produktivitas dan perekonomian masyarakat.
13-04-2017 Ditulis oleh
MUSRENBANG KABUPATEN PONOROGO TAHUN 2017
Dalam rangka menyusun rencana kerja pemerintah daerah tahun 2018, pada hari Kamis tanggal 30 maret 2017 Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian Dan Pengembangan Kabupaten Ponorogo menggelar kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Gedung Sasana Praja yang merupakan lanjutan dari rangkaian pelaksanaan Musrenbang mulai dari tingkat Desa/Kelurahan sampai tingkat Kabupaten. Pada kesempatan ini Wakil Bupati Ponorogo Drs. H. SOEDJARNO, MM memberikan sambutan dan pengarahan sekaligus membuka secara resmi Musrenbang Tahun 2017. Sebagaimana tertuang dalam Perda Nomor 4 tahun 2016 tentang RPJMD Kabupaten Ponorogo Tahun 2016 - 2021 bahwa tema pembangunan untuk tahun 2018 adalah “Peningkatan Infrastruktur dan Pengembangan Agribisnis Organik yang didukung oleh SDM berkualitas” dengan fokus prioritas utama adalah: Infrastruktur , Agribisnis Organik dan Peningkatan SDM sebagai motor dan pelaksana pembangunan.
Peserta Musrenbang yang hadir meliputi : Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo, Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur, Bpk-ibu Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Bpk-ibu Anggota DPRD, Kepala Badan Perwakilan Prov. Jatim Wil. I Madiun, Sekretaris Daerah Kabupaten Ponorogo, Kepala Bappeda Kabupaten / Kota tetangga,, Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Ponorogo, Staf Ahli, Asisten, Kepala Badan, Kepala Dinas, Kepala Satuan, Kepala Bagian, Direktur BUMD, Pimpinan Perbankan dan Instansi Vertikal, Camat beserta delegasi Kecamatan, Ketua Paguyuban Kepala Desa, Kepala Kelurahan se-Kabupaten Ponorogo, Para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Pegiat LSM, BEM Mahasiswa, Akademisi, Kadin, IPP, Pelaku Ekonomi / Dunia Usaha, Wartawan, PKK, Karang Taruna, Kelompok Perempuan dan Stakeholder lainnya.
Musrenbang merupakan wadah untuk menampung partisipasi masyarakat dalam upaya menyamakan persepsi, membangun komitmen bersama dan memadukan langkah - langkah untuk mengatasi masalah - masalah pembangunan baik berskala Daerah, Provinsi dan Nasional. Tujuan dilaksanakannya musrenbang kabupaten ini untuk memperoleh keterpaduan, keserasian serta mensinkronkan program kegiatan prioritas pembangunan di Kabupaten Ponorogo dalam rangka menyempurnakan Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Ponorogo Tahun 2018, sesuai kondisi, potensi dan kemampuan daerah. Adapun sasaran Dalam pelaksanaan Musrenbang Kabupaten Ponorogo Tahun 2017 ini merupakan media konsultasi publik dan wahana penajaman prioritas yang diharapkan akan mampu mengatasi isu-isu strategis yang bersifat jangka pendek, satu tahun yang akan datang, yang pendanaannya berasal dari APBD Kabupaten, APBD Propinsi, APBN dan sumber pendanaan lainnya seperti CSR maupun PKBL.
Page 3 of 12

BAPPEDA Kabupaten Ponorogo
Jl Alun-Alun Utara No 09 Ponorogo
0352 - 481845
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.